Kisah Inspiratif

Selasa, 15 Oktober 2019 - 21:57:16 WIB

Imam al-Ghazali, Kiai Idris Kamali, dan Kiai Tholchah Hasan

Diposting oleh : Administrator

Kategori: Kisah Inspiratif - Dibaca: 105 kali

Imam al-Ghazali, Kiai Idris Kamali, dan Kiai Tholchah Hasan
Oleh: Gus Nadirsyah Hosen*

Kiai Tolchah Hasan meninggal hari ini 29 Mei 2019 bertepatan dengan hari ke 24 bulan suci Ramadhan. Al-Fatihah, izinkan saya turut mengenang beliau. Beliau adalah pendiri UNISMA (Univ. Islam Malang), Menteri Agama era Gus Dur, dan mantan Wakil Rais Am PBNU era Kiai Sahal Mahfud. Kepergian beliau adalah duka dan kerugian besar untuk umat Islam.

Sosok yang teduh, bersahaja dan penuh dengan gagasan visioner khususnya masalah pendidikan dan Aswaja. Beliau juga terus mengikuti pemikiran keislaman dengan meng-update bacaan kitab kontemporer, seperti yang beliau diskusikan dengan saya. Beliau rutin mengelola pengajian kitab Ihya ‘Ulumiddin karya Imam al-Ghazali di rumahnya. Dan anehnya yang ikut ngaji itu termasuk para kiai. Kenapa?

Sanad cerita ini dari kawan saya KH. Abdul Adzim Irsyad. Dulu di Tebuireng, Tolchah remaja belajar pada KH Idris Kamali yang legendaris itu. Saat Tolchah dan kawannya minta ngaji kitab Ihya, Kiai Idris meminta mereka datang lagi esok hari. Lantas keesokan harinya, Kiai Idris menuturkan bahwa beliau sudah minta izin Imam al-Ghazali untuk mengajar Ihya. Bahkan Imam al-Ghazali sendiri yang memilihkan nama-nama santri yang layak ikut ngaji Ihya’.

Kiai Tolchah termasuk yang dipilih untuk ngaji Ihya’. Itu sebabnya yang sudah selevel Kiai pun banyak yang kemudian ngaji Ihya’ di rumah Kiai Tolchah untuk ngalap barokah Kiai Idris dan Imam al-Ghazali. Sewaktu sowan ke rumah beliau beberapa bulan lalu, saya sempat mengutip isi kitab Ihya, dan beliau mengomentarinya. Niat saya juga tabarukan. Alhamdulillah.

Sewaktu tahun 2008, Kiai Tolchah kami undang safari Ramadan ke Australia, saya ingat betul beliau menarik tangan saya masuk kembali ke kamar beliau setelah kawan-kawan yang lain keluar kamar. Kiai Tolchah mengatakan senang dengan cara saya memimpin kawan-kawan NU.

Beliau rupanya diam-diam memperhatikannya. Kata beliau, tidak mungkin kawan-kawan anda begitu loyal dan taat seperti ini kalau kepemimpinan anda tidak merakyat. Lantas beliau merobek kertas kecil dan menuliskan wirid untuk saya baca, untuk diamalkan menjadi pemimpin. Saya dengan takjub menerimanya meski tidak benar-benar paham maksud beliau. Sebagai santri, saya sami’na wa atha’na.

Demikian kenangan saya tentang Kiai Tolchah Hasan. Terima kasih Pak Yai atas ilmu, doa dan teladannya. Semoga Allah kelak membangkitkan Pak Yai di Padang Mahsyar bersama barisan Imam al-Ghazali dan Kiai Idris Kamali. Lahumul fatihah.

*Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia – New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School


Administrator 15 Oktober 2019 Dibaca: 105 kali

Artikel terkait

Komentar (0)

Belum ada komentar

Isi Komentar :

(Masukkan 6 kode diatas)

Sekilas Info

  • Perjalanan Ke Detroit, Michigan

  • 3 Amalan yang Pahalanya Tidak Akan Putus Meski Telah Meninggal Yaitu Sedekah Jariyah, Abak Yang Shal

  • Ro'an hari jumat

  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.

  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.

Statistik User

012457


Pengunjung hari ini : 25

Total pengunjung : 12457

Hits hari ini : 76

Total Hits : 77525

Pengunjung Online : 1


Polling

Jam belajar pondok enaknya jam berapa?

06.00

09.00

14.00

17.00



Lazis An-Nur

Annur 1 Lazis An-Nur

Jl. Diponegoro IV / 6 Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

081805178173 - 081336094512 - 085749544141

lazizannur@gmail.com

Rekening Donasi

BRI Syariah, No. Rek: 1045031583, a/n : LAZIS ANNUR

Bank BNI, No. Rek: 0814061436, a/n : LAZIS AN NUR

Ponpes An-Nur 1

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Jl. Diponegoro IV / 6

Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

(0341) 805610 - 833105

085733156999 - 085749544141 - 0818766807

annursatu@gmail.com




Follow

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Lazis Annur Lazis An-Nur