Serambi Pengasuh

Jumat, 10 Januari 2020 - 13:58:16 WIB

Diutus Gus Dur Mencari Wali

Diposting oleh : Administrator

Kategori: Serambi Pengasuh - Dibaca: 53 kali

Diutus Gus Dur Mencari Wali
   Suatu sore di awal April Tahun 2003, saya di datangi Kyai Haji Mas Soebadar, salah satu Kyai Khos Forum Langitan dari Pasuruan di rumah saya sepulang pengajian di daerah Turen Malang.

Beliau dawuh diminta Gus Dur untuk mencari wali atau tabib ampuh dalam rangka ihtiyar agar ditakdir bisa melihat lagi sebagai salah satu syarat ikut Pilpres 2004.

Saya ditanyai beliau: “Wonten pundi Gus enten wali sak niki?” (dimana ada wali zaman ini?)

Saya jawab: “Wali yg bagaimana, Kyai?”

Beliau:”Niku loh wali yang seperti alm. Habib Soleh Tanggul Jember. Ketika ada orang lumpuh datang minta doa lalu ditepuk oleh beliau dan spontan bisa berdiri.”

Saya bingung dan setengah bercanda menjawab:”Mungkin wonten ten negara Maghrib (Maroko), Kyai.”

Selang waktu bbrp hari kemudian Kyai Subadar telpon saya: “Monggo Gus bidal ten Maghrib. Niki sampun diparingi arta kalian Gus Dur.”

Saya kaget bukan kepalang

Saya segera sowan konsultasi kepada Kyai Maftuh Said, Pengasuh Ponpes Almunawwariyah Malang yg sudah pernah pergi ke Maroko. Beliau mengarahkan agar sowan kepada Sayyid Idris Alhasani , ulama sepuh yang termasyhur di kota Fez Maroko saat itu dan kebetulan kyai Maftuh ada rencana pergi kesana minggu depannya. Kita bersepakat berangkat barsama-sama karena memang negara Maroko bebas visa sehingga tidak butuh persiapan administrasi.

Saya segera telpon ngaturi Kyai Idris Lirboyo. Beliau menyambut antusias dan segera kita bersiap berangkat pada tanggal 17 April 2003 ke Maroko untuk sowan Sayyid Idris di kota Fez dan dilanjutkan sowan ke makam Syekh Muhammad Ibn Sulaiman Aljazuli, sohib kitab Dalail Khairat di kota Marakesh.

Setiba di Casablanca Maroko setelah melalui transit di Dubai, kita segera menuju kota Fez untuk sowan kepada Sayyid Idris, muqoddam thoriqoh Tijani yang sudah sangat sepuh dan masih menyimpan rambut Rasulullah SAW secara turun temurun.

Kyai Subadar segera menyampaikan maksud dan tujuan kita dari Indonesia dan beliau berkenan menyuruh kita kembali esok harinya.

Esoknya, setelah ziarah ke makam Syeikh Ahmad Tijani, kita sowan kerumah Sayyid Idris. Beliau memberikan semacam azimat untuk ditaruh dibawah bantal Gus Dur dan bbrp ijazah yang saya lupa mencatatnya.

Perjalanan kita dilanjutkan ke kota Marakesh yang indah, dimana terdapat makam tujuh wali yang masyhur dan diziarahi banyak orang. Di antaranya adalah makam Qodli Iyadl pengarang kitab Assyifa dan Imam Sulaiman Aljazuli, penyusun shalawat dalail khairat yang sangat terkenal di dunia. Di sana alhamdulillah saya sempat bertabarruk ijazah sanad dalail di depan makam beliau dari Mbah Idris sambil dilanjutkan bersama membacanya.

Perjalanan ke Maroko ini begitu mendadak sehingga Mbah Idris belum sempat menukar uang rupiah. Beliau membawa satu tas uang rupiah tunai yang ketika itu saya hitung sejumlah sekitar 80 juta rupiah. Selama di Maroko saya setiap hari membawakan tas berisi uang tersebut dan mencari money changer yang mau menerima tapi tidak berhasil menemukan satupun money changer yg mau menerima uang rupiah di berbagai kota disana hingga kita pulang.

Saking capeknya saya sempat bercanda: “Waduh kyai, ternyata masih di dunia dan belum di akhirat, uang memang sudah tidak laku.”

Penulis
Dr. KH Ahmad Fahrur Rozi

Pengasuh Pondok Pesantren Annur 1 Bululawang Malang, Wakil Ketua PWNU Jatim



Administrator 10 Januari 2020 Dibaca: 53 kali

Komentar (0)

Belum ada komentar

Isi Komentar :

(Masukkan 6 kode diatas)

Sekilas Info

  • Perjalanan Ke Detroit, Michigan

  • 3 Amalan yang Pahalanya Tidak Akan Putus Meski Telah Meninggal Yaitu Sedekah Jariyah, Abak Yang Shal

  • Ro'an hari jumat

  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.

  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.

Statistik User

012457


Pengunjung hari ini : 25

Total pengunjung : 12457

Hits hari ini : 85

Total Hits : 77534

Pengunjung Online : 1


Polling

Jam belajar pondok enaknya jam berapa?

06.00

09.00

14.00

17.00



Lazis An-Nur

Annur 1 Lazis An-Nur

Jl. Diponegoro IV / 6 Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

081805178173 - 081336094512 - 085749544141

lazizannur@gmail.com

Rekening Donasi

BRI Syariah, No. Rek: 1045031583, a/n : LAZIS ANNUR

Bank BNI, No. Rek: 0814061436, a/n : LAZIS AN NUR

Ponpes An-Nur 1

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Jl. Diponegoro IV / 6

Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

(0341) 805610 - 833105

085733156999 - 085749544141 - 0818766807

annursatu@gmail.com




Follow

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Lazis Annur Lazis An-Nur