Hadist & Tafsir

Jumat, 24 Januari 2020 - 16:24:38 WIB

Syubhat Hadist

Diposting oleh : Administrator

Kategori: Hadist & Tafsir - Dibaca: 71 kali

Syubhat Hadist Benarkah Hadits baru ditulis setelah satu abad Islam berdiri dan baru di kumpulkan di zaman imam Bukhari ?

Pertama, kita tidak bisa memungkiri bahwasannya shahabat berbeda pendapat dalam hukum "menulis hadits". Sebagian shahabat menghukumi "boleh" dan sebagian lainnya
menghukumi "tidak boleh". Sebagian shahabat yang menulis Hadits adalah shahabat Abdullah bin Amr bin Ash.

أنه قال : كنت أكتب كل شيء أسمعه من رسول الله أريد حفظه فنهتني قريش، وقالوا تكتب كل شيء سمعته من رسول الله، ورسول الله بشر يتكلم في الغضب والرضا ؟ فأمسكت عن الكتاب، فذكرت ذالك لرسول الله، فأومأ بأصبعه إلى فيه، وقال اكتب، فو الذي نفسي بيده ما خرج منه إلا حق.

Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan "Aku menulis setiap sesuatu yang kudengar dari Rasulullah,
aku ingin menghafalkannya" maka orang-orang Quraisy mencegahku. Mereka berkata "Engkau menulis semua yang engkau dengar dari Rasulullah,
dan Rasulullah adalah manusia yang bersabda ketika marah dan ridho ?". Maka, aku pun berhenti dari menulis. Aku pun mengadu kepada Rasulullah akan hal
tersebut, maka Rasulullah pun memberikan isyarat tangan atas mulutnya. Rasulullah bersabda "Tulislah, demi Dzat yang diriku berada dalam genggamannya,
sungguh tidak yang keluar darinya (dari ucapan Rasulullah) kecuali perkara yang Haq". (HR. Al-Hakim)

Begitu juga dengan kejadian ketika pembebasan Kota Makkah tahun 8 Hijriah.

حينما فتح الله مكة على رسوله وعلى المؤمنين خطب رسول الله خطبة، فقال أحد الحاضرين : اكتب لي يا رسول الله، أي هذه الخطبة، فقال اكتبو لأبي شاه.

Ketika Allah membebaskan kota Makkah atas Rasul-Nya dan orang-orang beriman, Maka Rasulullah pun berkhutbah, tak lama kemudian, berkatalah salah satu yang hadir
ketika itu "Tulislah untuk ku isi khutbah tersebut ya Rasulullah". Maka Rasulullah pun bersabda "Tulislah untuk Abi Syahin (nama orang yang meminta tersebut)".

Dari dua hadits ini, nyatalah bahwa Hadits benar-benar telah ditulis di masa Rasulullah. Hanya saja saat itu belum ada pembukuan yang sistematis dalam rangkaian bab.
Hadits telah benar-benar dibukukan jauh sebelum masa imam Bukhari. Imam Bukhari hanya memilah dan memilih dari ratusan pembukuan kitab Hadits yang telah ada sebelumnya.
Diantara kitab Hadits sebelum imam Bukhari adalah

1. Masanid imam Hanafi yang mencakup 20 kitab musnad di dalamnya. Ini adalah pembukuan hadits tertua yang pernah ada karena imam Abu Hanifah membukukan Hadits saat
para
gurunya yang juga shahabat Nabi masih hidup. Imam Abu Hanifah wafat 150 H.

2. Muwatho' imam Malik. Ini adalah kitab Hadits yang konon dibukukan bersamaan dengan pembukuan kitab Hadits yang dilakukan oleh Muhammad bin Syihab az-Zuhri.
Imam Malik wafat tahun 179 H sangat jauh dari kelahiran imam Bukhari di tahun 196 H.

3. Musnad asy-Syafi'i, Sunan asy-Syafi'i, al-Umm adalah tiga kitab yang mencakup Hadits yang diriwayatkan oleh imam asy-Syafi'i. Bahkan, imam asy-Syafi'i juga termasuk
sosok yang sangat kritis dalam periwayatan Hadits. Ini ditunjukkan dengan karya beliau yang berjudul "Ikhtilafu Hadits" dan "Ar-Risalah". Asy-Syafi'i wafat tahun 204 H.

4. Musnad Ahmad, ini adalah kitab yang banyak dinukil riwayatnya oleh imam Bukhari. Tercatat, imam Bukhari mengambil sanad kepada imam Ahmad bin Hanbal.
Selain itu, imam Ahmad juga telah membangun kritik Illat Hadits dalam karya nya yang berjudul "Al-Illal".

Dari seluruh fakta diatas, telah jelas bahwa imam empat madzhab adalah pembesar ulama Hadits. Sehingga kapasitas mereka tidak bisa disamakan dengan imam Bukhari.
Karena mereka memiliki sanad yang sangat tinggi. Hanya saja, imam Bukhari hidup di era pembukuan Hadits telah lama digalakkan sehingga imam Bukhari menemukan
banyak sanad yang belum ada di dalam karya imam madzhab empat.


Penulis
Muhammad El Fayyed, Mahasiswa Al Azhar Cairo
Cairo, 13 Jan 2020

Administrator 24 Januari 2020 Dibaca: 71 kali

Komentar (0)

Belum ada komentar

Isi Komentar :

(Masukkan 6 kode diatas)

Sekilas Info

  • Perjalanan Ke Detroit, Michigan

  • 3 Amalan yang Pahalanya Tidak Akan Putus Meski Telah Meninggal Yaitu Sedekah Jariyah, Abak Yang Shal

  • Ro'an hari jumat

  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.

  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.

Statistik User

012457


Pengunjung hari ini : 25

Total pengunjung : 12457

Hits hari ini : 86

Total Hits : 77535

Pengunjung Online : 1


Polling

Jam belajar pondok enaknya jam berapa?

06.00

09.00

14.00

17.00



Lazis An-Nur

Annur 1 Lazis An-Nur

Jl. Diponegoro IV / 6 Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

081805178173 - 081336094512 - 085749544141

lazizannur@gmail.com

Rekening Donasi

BRI Syariah, No. Rek: 1045031583, a/n : LAZIS ANNUR

Bank BNI, No. Rek: 0814061436, a/n : LAZIS AN NUR

Ponpes An-Nur 1

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Jl. Diponegoro IV / 6

Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

(0341) 805610 - 833105

085733156999 - 085749544141 - 0818766807

annursatu@gmail.com




Follow

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Lazis Annur Lazis An-Nur