Fiqih & Ushul Fiqih

Minggu, 26 Januari 2020 - 23:11:28 WIB

Ushul Fiqih Santri

Diposting oleh : Administrator

Kategori: Fiqih & Ushul Fiqih - Dibaca: 53 kali

Ushul Fiqih Santri

 Bagi santri umumnya, nama kitab seperti Fathul Qorib, Fathul Muin, bahkan Fathul Wahhab mungkin bukan hal yang asing lagi. Kitab-kitab ini membahas tentang ilmu fikih yang menjadi rutinitas sehari-hari. Namun nama kitab Al Waroqot, Ghoyatul Wushul, Atau Al Mustashfa mungkin hanya diketahui santri yang sudah agak senior. Kitab-kitab ini membahas tentang ilmu ushul fikih. Di Annur satu, fan ushul fikih dipelajari di tingkat lima Madrasah Diniyah. Kitab yang dipakai adalah Mabadi Awwaliah karya Ustadz Abdul Hamid Hakim.

 

Lalu, Apa perbedaan keduanya? Kenapa tidak diajarkan pada kelas awal? Untuk menjawab ini, kita bahas dulu arti dari masing-masing kata.

Ushul fikih tersusun dari dua kata, yang pertama ushul, bentuk jama' dari kata ashl , memiliki arti sesuatu yang menjadi dasar dari benda lain. Gampangnya, ushul fikih berarti dasar-dasar fikih.

Fikih artinya secara bahasa adalah faham. Secara syara' fikih adalah “ilmu tentang hukum syariat yang dasar pengambilannya adalah ijtihad”. Dari definisi ini, mengetahui hukum zina haram, sholat lima waktu wajib, bukanlah disebut fikih. Sebab hukum tersebut bukan berasal dari ijtihad. Namun berasal dari Nash yang shorih. Yang disebut fikih seperti mengetahui niat dalam wudhu hukumnya wajib, karena dasar atau dalil tentang hal ini bersifat Dzanny atau dugaan Mujtahid.

 Ushul fikih menurut Syekh Zakaria Al Anshori adalah “ dalil-dalil fikih secara global, metode pengambilannya, serta sifat dari orang yang mengambil dalil. Dari sini, menjadi jelas bahwa kajian Ushul fikih mencakup tiga hal; Dalil-dalil fikih secara global. Maka yang dibahas adalah dalil yang telah disepakati oleh para ulama. Yaitu Al-Qur’an, as Sunnah, Ijma', dan Qiyas Metode pengambilan dalil. Orang yang mengambil dalil. Menjelaskan tentang kriteria dan persyaratan orang yang dapat menghasilkan hukum dari sebuah dalil, atau disebut dengan Mujtahid. Dalam hukum mempelajarinya, fikih berbeda dengan Ushul fikih. Belajar fikih hukumnya fardhu ain. Sedangkan belajar Ushul fikih hukumnya fardhu kifayah.

 

Dari penjelasan ini, dapat dimengerti kenapa ushul fikih hanya dipelajari pada kelas agak tinggi, sementara fikih langsung dipelajari di tingkat dasar.



Administrator 26 Januari 2020 Dibaca: 53 kali

Komentar (0)

Belum ada komentar

Isi Komentar :

(Masukkan 6 kode diatas)

Sekilas Info

  • Perjalanan Ke Detroit, Michigan

  • 3 Amalan yang Pahalanya Tidak Akan Putus Meski Telah Meninggal Yaitu Sedekah Jariyah, Abak Yang Shal

  • Ro'an hari jumat

  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.

  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.

Statistik User

014619


Pengunjung hari ini : 12

Total pengunjung : 14619

Hits hari ini : 60

Total Hits : 83655

Pengunjung Online : 1


Polling

Jam belajar pondok enaknya jam berapa?

06.00

09.00

14.00

17.00



Lazis An-Nur

Annur 1 Lazis An-Nur

Jl. Diponegoro IV / 6 Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

081805178173 - 081336094512 - 085749544141

lazizannur@gmail.com

Rekening Donasi

BRI Syariah, No. Rek: 1045031583, a/n : LAZIS ANNUR

Bank BNI, No. Rek: 0814061436, a/n : LAZIS AN NUR

Ponpes An-Nur 1

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Jl. Diponegoro IV / 6

Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

(0341) 805610 - 833105

085733156999 - 085749544141 - 0818766807

annursatu@gmail.com




Follow

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Lazis Annur Lazis An-Nur