Hadist & Tafsir

Rabu, 22 April 2020 - 16:35:18 WIB

LIVING HADIS, MODEL BARU DALAM KAJIAN HADIS

Diposting oleh : Administrator

Kategori: Hadist & Tafsir - Dibaca: 649 kali

LIVING HADIS, MODEL BARU DALAM KAJIAN HADIS

   Berbicara mengenai hadis. Hadis merupakan sumber hukum kedua umat Islam setelah al-Qur’an menjadi penting untuk dipelajari dan dipahami. Secara bahasa hadis berarti jadid, baru. Adapun secara terminologis, para ulama hadis mendefinisikan hadis dengan “apa yang disandarkan kepada nabi Muhammad SAW baik berupa ucapan, perbuatan, ketetapan dan sifat”.

Selama ini kajian terkait dengan hadis dipesantren ataupun diperguruan tinggi hanya berkutat dengan teks, baik sanad maupun matan.

Living hadis hadir sebagai model kajian yang ditawarkan dalam penelitian hadis. Definisi living hadis sendiri adalah hadis yang hidup, maksudnya ialah hadis yang hidup di tengah-tengah kelompok atau masyarakat. Model penelitian hadis ini pada mulanya dipopulerkan oleh dosen-dosen tafsir Hadis Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Namun jika ditelusuri ke belakang, istilah living hadis sudah dipopulerkan oleh Barbara Metcalf dalam artikelnya yang berjudul “ Living Hadis in Tablighi Jamaah”, kemudian jika ditelusuri lagi, living hadis merupakan praktik sahabat dan tabiin dengan tradisi madinah yang digagas oleh imam malik.

Saifuddin Zuhri dosen hadis universitas Islam Negeri Sunankalijaga mengatakan bahwa living hadis adalah satu bentuk resepsi (penerimaan, tanggapan, respon) atas teks hadis yang dilakukan oleh seorang atau kelompok yang terwujud dakam praktik, ritual, atau tradisi.

Kajian Living hadis ini tidak dapat berdiri sendiri, yang dalam artian harus merangkul atau memerlukan pendekatan ilmu lainnya, dalam hal ini ialah ilmu sosiologi dan antropologi.  Jika timbul pertanyaan mengapa menggunakan pendekatan sosiologi dan antropogi?  Ya, karena living hadis sebagai sebuah praktik tentu lahir dari dialektika individu dan masyarakat yang menjadi fokus kajian dalam disiplin sosiologi dan antropologi.

Dengan menggunakan model penelitian living hadis ini, sebuah fenomena sosial dinarasikan ilmiah untuk mendapatkan deskripsi mengenai tradisi atau kebiasaan  yang dipraktikkan oleh masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, yang terdorong dari teks  hadis nabi.

Agar mendapatkan informasi terkait dengan teks hadis yang mendasari dalam sebuah tradisi tersebut, maka disini peran seorang agen atau kiyai sangat penting sebagai  transmisi pengetahuan terkait dengan tradisi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. 

Perlu diketahui bahwa yang dinamakan penelitian living hadis ialah sebuah tradisi itu harus berlandaskan hadis, jika suatu tradisi atau praktik tidak berlandaskan hadis, otomatis penelitian tersebut tidak dinamakan dengan penelitian living hadis, namun dinamakan dengan penelitian sosial keagamaan.

 

Dengan adanya model kajian ini, diharapkan mampu menambah wawasan bagi para pengkaji hadis di pesantren maupun perguruan tinggi bahwa dari studi teks, mengarah pada relasi antara bagaimana teks ditransmisikan, dipahami, hingga menjadi sebuah praktik di tengah-tangah masyarakat

 

Penulis :
Muhammad Anwar Idris
Alumni Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang
Mahasiswa Studi Qur'an dan Hadis
Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



Administrator 22 April 2020 Dibaca: 649 kali

Komentar (0)

Belum ada komentar

Isi Komentar :

(Masukkan 6 kode diatas)

Sekilas Info

  • Perjalanan Ke Detroit, Michigan

  • 3 Amalan yang Pahalanya Tidak Akan Putus Meski Telah Meninggal Yaitu Sedekah Jariyah, Abak Yang Shal

  • Ro'an hari jumat

  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.

  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.

Statistik User

012457


Pengunjung hari ini : 25

Total pengunjung : 12457

Hits hari ini : 66

Total Hits : 77515

Pengunjung Online : 2


Polling

Jam belajar pondok enaknya jam berapa?

06.00

09.00

14.00

17.00



Lazis An-Nur

Annur 1 Lazis An-Nur

Jl. Diponegoro IV / 6 Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

081805178173 - 081336094512 - 085749544141

lazizannur@gmail.com

Rekening Donasi

BRI Syariah, No. Rek: 1045031583, a/n : LAZIS ANNUR

Bank BNI, No. Rek: 0814061436, a/n : LAZIS AN NUR

Ponpes An-Nur 1

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Jl. Diponegoro IV / 6

Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

(0341) 805610 - 833105

085733156999 - 085749544141 - 0818766807

annursatu@gmail.com




Follow

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Lazis Annur Lazis An-Nur