Serambi Pengasuh

Sabtu, 16 Mei 2020 - 09:20:47 WIB

Sepuh Bukan Sepuhan

Diposting oleh : Administrator

Kategori: Serambi Pengasuh - Dibaca: 10 kali

Sepuh Bukan Sepuhan Beberapa minggu ini ada video viral seseorang sepuh dari malang yang mengaku murid hadratussyaikh Mbah Hasyim Asy’ari sang pendiri NU , dia bercerita pernah ikut perang bersama Mbah Hasyim melawan belanda di Surabaya sehingga di wawancarai oleh sebuah Channel YouTube pesantren di Jombang , sebagai warga asli malang saya tergerak untuk menelisik keberadaan beliau apakah benar dia sudah berusia 115 atau bahkan ia pernah mengaku berusia 135 tahun ?

Saya teringat kasus lama , di kisaran tahun 90 An di kota malang ada seorang sepuh yang juga mengaku berusia 130 tahun dan mengaku kenal dengan buyut atau kakeknya kakek saya , Mbah buyut Abdurrahman yang bergelar “ Singoyudho “ pembabat alas desa Bululawang malang , mengerti letak kuburannya dan pohon apa yang ada di dekat kuburannya , sehingga kami semua keluarga bani Singoyudho percaya dan sering datang sowan kesana , menanyakan kisah cerita masa lalu Mbah buyut kami yang konon pendatang dari pasuruan dan sisa pasukan Diponegoro .

Awal mulanya kami sangat percaya , karena penampilan beliau yang khas kyai sepuh , memakai jubah dan serban bahkan kalau berdoa terkesan seakan menangis meneteskan air mata , keluarga kami sangat menghormatinya meskipun di dalam hati kecil saya masih timbul keraguan , melihat tekstur kekencangan kulit wajah dan nada suaranya yang masih mencerminkan usia 80 An .

Hingga suatu hari saya menghadiri haul di pondok pesantren Gading malang , kebetulan saya duduk bersebelahan dengan seorang kyai sepuh dari daerah Ketawang gede dekat UIN Maliki , saya bertanya tentang kyai sepuh itu dan ternyata beliau mengenal baik sang sesepuh yang mengaku kenal buyut saya tadi dan menjelaskan bahwa sesungguhnya dia tidak sesepuh yang dia katakan , karena kyai ini mengenal dia sejak kecil dan usianya sepantaran atau sebaya tidak beda jauh.

Saya pun terkejut bukan kepalang , ketika saya bertanya bagaimana ia bisa mengenal kakek buyut kami dan menceritakan sejarah hidupnya ? Kyai ini menjelaskan kepada saya bahwa sang sepuh itu dahulu adalah bekerja sebagai makelar lalu tirakat di sebuah kuburan dan mendapatkan semacam ilmu atau khadam untuk mengetahui sejarah masa lalu seseorang . Sejak saat itu , kami tidak pernah pergi kesana lagi Karena apa yang dia ceritakan bukanlah kenyataan yang dilakukan .

Kembali ke sesepuh yang viral videonya tadi , saya mencoba menelusuri dan menggali informasi ternyata dia berasal dari desa tetangga saya hanya dipisahkan sungai , beberapa orang masih mengenalnya sejak masa muda , dan konon dia pernah mengaji kepada kakek saya , ketika saya tanya tentang kisaran usianya semua memperkirakan masih di sekitar 90 An saja bahkan kurang .

Saya mencoba bertanya ke salah satu cucu Mbah Hasyim , apakah benar hadratussyaikh ikut perang sepuluh nopember di Surabaya ? Dijawab tidak , karena Mbah Hasyim saat itu sudah usia diatas 70 tahun dan tidak mungkin ikut berangkat perang , dan ketika saya tanyakan apakah benar Mbah Hasyim juga sering keliling dunia mengisi pengajian di Brunei , Pakistan dan Washington sebagaimana yang di ceritakan simbah di video yang viral itu ? , dijawab bahwa itu tidak masuk akal , karena untuk urusan komite hijaz ke saudi arabia yang maha penting saja beliau Mbah Hasyim tidak ikut berangkat .

Alhasil , ternyata pengakuan menjadi sesepuh itu perlu saksi dan bukti, bukan sekedar pengakuan ..


Penulis :
Dr. KH. A. Fahrur Rozi, S.Ag., M.Pd
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang
Wakil Ketua PWNU Jawa Timur
Ketua IGGI
Ketua Yayasan Al Qolam


Administrator 16 Mei 2020 Dibaca: 10 kali

Komentar (0)

Belum ada komentar

Isi Komentar :

(Masukkan 6 kode diatas)

Sekilas Info

  • Perjalanan Ke Detroit, Michigan

  • 3 Amalan yang Pahalanya Tidak Akan Putus Meski Telah Meninggal Yaitu Sedekah Jariyah, Abak Yang Shal

  • Ro'an hari jumat

  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.

  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.

Statistik User

012456


Pengunjung hari ini : 24

Total pengunjung : 12456

Hits hari ini : 55

Total Hits : 77504

Pengunjung Online : 1


Polling

Jam belajar pondok enaknya jam berapa?

06.00

09.00

14.00

17.00



Lazis An-Nur

Annur 1 Lazis An-Nur

Jl. Diponegoro IV / 6 Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

081805178173 - 081336094512 - 085749544141

lazizannur@gmail.com

Rekening Donasi

BRI Syariah, No. Rek: 1045031583, a/n : LAZIS ANNUR

Bank BNI, No. Rek: 0814061436, a/n : LAZIS AN NUR

Ponpes An-Nur 1

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Jl. Diponegoro IV / 6

Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

(0341) 805610 - 833105

085733156999 - 085749544141 - 0818766807

annursatu@gmail.com




Follow

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Lazis Annur Lazis An-Nur