Hadist & Tafsir

Rabu, 17 Juni 2020 - 21:43:42 WIB

Konsep Rumah Tangga

Diposting oleh : Administrator

Kategori: Hadist & Tafsir - Dibaca: 317 kali

Konsep Rumah Tangga (ٱلرِّجَالُ قَوَّ ٰ⁠مُونَ عَلَى ٱلنِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضࣲ وَبِمَاۤ أَنفَقُوا۟ مِنۡ أَمۡوَ ٰ⁠لِهِمۡۚ فَٱلصَّـٰلِحَـٰتُ قَـٰنِتَـٰتٌ حَـٰفِظَـٰتࣱ لِّلۡغَیۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ وَٱلَّـٰتِی تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهۡجُرُوهُنَّ فِی ٱلۡمَضَاجِعِ وَٱضۡرِبُوهُنَّۖ فَإِنۡ أَطَعۡنَكُمۡ فَلَا تَبۡغُوا۟ عَلَیۡهِنَّ سَبِیلًاۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِیࣰّا كَبِیرࣰا)

Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar. Qs. An-Nisa' : 34.

Ayat ini memiliki rahasia yang sangat indah. Secara susunannya. Allah mengawali dengan menjelaskan tugas seorang suami sebagai pelindung bagi istrinya. Kemudian, Allah sebutkan alasan mengapa seorang suami wajib menjadi pelindung bagi istrinya,

Pertama,

بما فضل الله بعضهم على بعض

karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan)

Dalam hal ini, Allah telah mengkaruniakan kelebihan bagi jenis laki-laki diatas jenis perempuan dalam beberapa hal. Ulama ahli tafsir disini menekankan kelebihan ini bersifat secara umum. Karena, tidak dipungkiri ada banyak perempuan yang justru lebih unggul dari laki-laki dalam berbagai bidang.

Diantara kelebihan laki-laki adalah  bentuk tabiat alamiah mereka yang lebih mendahulukan akal daripada perasaan. Sehingga laki-laki mampu menyikapi permasalahan rumah tangga dengan bijaksana tanpa terbawa oleh emosi. Kelebihan ini bukanlah suatu hal yang patut disombongkan. Justru dengan kelebihan ini, seorang laki-laki memiliki tanggung jawab untuk memakai akal yang jernih ketika menyikapi permasalahan keluarga.

Kita melihat redaksi disini memakai rangkaian "melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan)". Menurut Dr. Muhammad Sayyid Thontowi dalam tafsir Al-Wasith, rangkaian ini menunjukkan bahwa suami dan perempuan adalah satu kesatuan. Suami adalah bagian dari istri dan istri adalah bagian dari suami.

Sehingga, Allah memberikan kelebihan masing-masing justru sebagai sebuah tugas agar keduanya memaksimalkan kelebihan masing-masing agar tercipta kesuksesan dalam berumah tangga.


Kedua,

وبما أنفقوا من أموالهم

dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya.

Dalam hal ini, allah telah menjelaskan tugas seorang suami dalam memberikan nafkah bagi istri. Tentu, kewajiban menafkahi menjadi syarat wajib seorang suami wajib ditaati oleh istri. Ketaatan istri wajib ditebus dengan nafkah yang cukup dari suami. Dalam madzhab Syafi'i dan madzhab Maliki, seorang perempuan berhak mengajukan gugatan cerai manakala hak nafkah tidak dipenuhi secara cukup oleh suami.

Kemudian,

فالصالحات قانتات حافظات للغيب بما حفظ الله

Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka).

Allah memberikan pujian seorang istri yang sholihah dengan sifat mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada. Dan disini, Allah telah berjanji menjadi penjaga sang istri ketika ia melakukan dua hal ini yaitu taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada.

Kemudian,

واللاتي تخافون نشوزهن فعظوهن واهجروهن في المضاجع واضربوهن

Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka

Allah sebutkan solusi bagi suami ketika sang istri melakukan nusyuz. Nusyuz sendiri diambilkan dari asal kata nasyz yang bermakna terangkat dari bumi. Maksud dari nusyudz adalah enggannya seorang istri untuk taat kepada suami.


Disini, Alquran memakai kata "kamu khawatirkan akan nusyuz" menunjukkan bahwa menjadi tugas laki-laki lah untuk selalu membimbing istrinya. Sehingga seandainya ada tanda-tanda kekhawatiran istrinya enggan untuk taat kepadanya, maka ia harus segera mencari solusi sebelum sang istri benar-benar enggan mematuhinya.

Langkah pertama, ketika sang istri benar-benar melakukan nusyuz menjadi tugas suami lah untuk menasehati. Tentu nasehat berbeda-beda sesuai dengan kondisi psikologis sang istri. Disinilah,tugas sang suami untuk memilihkan diksi yang tepat untuk mempengaruhi perasaan sang istri agar kembali taat kepadanya.

Langkah kedua, ketika sang istri tak memperdulikan nasehat suami. Maka, sang suami dapat melakukan sindiran kepada istri dengan cara tidak tidur satu ranjang dengan suami.

Langkah terakhir, ketika sang istri tetap tidak patuh kepada suami. Maka, sang suami diperbolehkan untuk memukul sang istri dengan syarat tidak sampai menyakiti sang istri sebagai sebuah peringatan.

Dalam hal ini, ada sebuah cerita menarik yaitu

روي عن النبي أنه قال لا تضربوا إماء الله، فجاء عمر وقال يا رسول الله ذئر النساء فأذن في ضربهن، فبسط الرجال أيديهم إلى ضرب النساء، وجاوزوا الحد، فطاف بحجر نسائه نساء كثيرات كلهن يشتكين أزواجهن فخرج وقال لقد أطاف الليلة بآل محمد سبعون امرأة كلهن يشتكين أزواجهن، خياركم خياركم لنساءكم لا يضربن أحدكم ظعينته ضربه أمته.

Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah Saw bersabda "Janganlah kalian memukul hamba-hamba perempuan Allah". Kemudian datanglah Umar bin Khattab, ia mengatakan "Wahai Rasulullah, banyak perempuan enggan untuk taat kepada suaminya". Maka, Rasulullah pun memperbolehkan untuk memukul istri yang enggan untuk taat kepada suaminya. Kemudian, banyak lah suami-suami yang memukul istrinya terkadang mereka berlebihan dalam memukul istrinya. Maka, berdatangan lah istri-istri para shahabat ke rumah para istri Nabi, mereka semua mengeluhkan suami-suami mereka. Esok harinya, Rasulullah Saw bersabda "Sungguh telah datang tadi malam di rumah keluarga Muhammad, 70 perempuan yang mengadukan suami-suami mereka, sebaik-baiknya kalian adalah yang paling baik kepada istri-istrinya, jangan lah kalian pukul istri kalian seperti halnya kalian memukul budak-budak kalian". (HR. Al-Baihaqi)

Dalam menyikapi hadits ini, imam Syafi'i menjelaskan runtutannya sebagaimana yang telah dicatat oleh imam Haromain dalam kitab Nihayah al Mathlab fi Dirayah al Madzhab. Pada awalnya, Alquran surat An-Nisa ayat 34 turun untuk menjelaskan bolehnya seorang suami untuk memukul istrinya sebagai upaya terakhir ketika istri enggan taat kepada suami. Kemudian, Rasulullah melarang para shahabat untuk memukul istri-istrinya. Akan tetapi, ketika banyak istri sering nusyudz kepada suaminya, maka Rasulullah pun membolehkan para shahabat memukul istri mereka sebagai sebuah peringatan. Hingga pada akhirnya, karena para shahabat banyak yang melebihi batas dalam memukul istri mereka, maka Rasulullah pun menasehati agar para shahabat lebih sabar dalam menghadapi nusyudz istri-istri mereka serta menganjurkan para shahabat agar lebih banyak berbuat baik kepada istri-istri mereka.

Oleh karena itu, ulama dalam madzhab Syafi'i lebih menganjurkan untuk tidak memukul istri bagaimanapun nusyuznya sang istri. Pendapat ini juga difatwakan oleh Ibnu Qudamah, pembesar madzhab Hanbali dalam kitab Al-Mughni, Ibnu Athiyyah, pembesar ulama Andalusia dalam kitab tafsir Al Muharrar al Wajiz, al-Qurthubi, pembesar ulama Maliki dalam kitab tafsir al-Jami' li Ahkam al Quran.


Penulis :
Muhammad El Fayyed, Mahasiswa Al Azhar Cairo



Administrator 17 Juni 2020 Dibaca: 317 kali

Komentar (0)

Belum ada komentar

Isi Komentar :

(Masukkan 6 kode diatas)

Sekilas Info

  • Perjalanan Ke Detroit, Michigan

  • 3 Amalan yang Pahalanya Tidak Akan Putus Meski Telah Meninggal Yaitu Sedekah Jariyah, Abak Yang Shal

  • Ro'an hari jumat

  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.

  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.

Statistik User

012457


Pengunjung hari ini : 25

Total pengunjung : 12457

Hits hari ini : 80

Total Hits : 77529

Pengunjung Online : 1


Polling

Jam belajar pondok enaknya jam berapa?

06.00

09.00

14.00

17.00



Lazis An-Nur

Annur 1 Lazis An-Nur

Jl. Diponegoro IV / 6 Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

081805178173 - 081336094512 - 085749544141

lazizannur@gmail.com

Rekening Donasi

BRI Syariah, No. Rek: 1045031583, a/n : LAZIS ANNUR

Bank BNI, No. Rek: 0814061436, a/n : LAZIS AN NUR

Ponpes An-Nur 1

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Jl. Diponegoro IV / 6

Bululawang, Malang (65171)

Jawa Timur

(0341) 805610 - 833105

085733156999 - 085749544141 - 0818766807

annursatu@gmail.com




Follow

Annur 1 Pondok Pesantren An-Nur 1

Lazis Annur Lazis An-Nur